Latepost : Sekarang Kita Sudah Sah

Postingan telat…

Seminggu belakang ini, bisa dibilang hari-hari yang paling bahagia dalam hidup aku. Tanggal 23 Desember 2015 kemarin Alhamdulillah kita udah resmi jadi suami istri. Dengan persiapan kurang dari sebulan, Alhamdulillah juga semua acara berjalan lancar meskipun ga sempurna sampai acara resepsi tanggal 27 Desember 2015.

Saat lamaran tanggal 29 November 2015, tanggal akad langsung ditentukan. Memang ini keinginan suami aku juga supaya ga ditunda terlalu lama lagi. Dan jadilah kita laksanakan akd nikah tanggal 23 Desember 2015 hari Minggu tanggal 11 Mulud di KUA Darangdan. Orang -orang bertanya kenapa harus di KUA? Kenapa ga dirumah aja? Aku bilang aja, hari Rabu kan masih hari kerja, kenapa kita ga datengin aja ke kantor KUAnya dan akad disana? Biaya lebh murah juga iya. Kalo kita mau ngurus-ngurus semuanya sendiri, biayanya ga sampai 100 ribu. Tapi karena kita gunakan jasa Pak Amil, jadi selebihnya kita anggap sedekah aja mudah-mudahan berkah. Aamiin…

IMG_20151228_195345

Tuan dan Nyonya Zaharudin

Perjalanan kita sampai disini ga bisa dibilang mulus-mulus aja juga. Banyak hal yang kita lewatin. Bagaimana perasaan kita diuji, keyakinan kita diuji. Orang bilang, ketika seseorang berniat untuk menikah, biasanya godaan syetannya lebih banyak. Jujur aku juga sempat ragu dengan keputusan aku. Sampai berkali-kali aku sholat istikoroh. Tapi aku yakinkan diri aku dan serahkan semuanya sama Allah.

Kita sempat putus, iya. Dan orangtua aku sempat ga terima aku dekat lagi sama dia. Bahkan aku begitu takut waktu mau bicara sama mereka tentang keinginan kita untuk menikah. Takut dengan respon mereka. Takut mendengar yang akan mereka katakan. Tapi Alhamdulillah masa-masa itu sudah lewat dan orangtuaku dengan tangan terbuka menerima keputusan aku sama dia.

Satu lagi yang jadi masalah. Tentang ayah kandung aku. Dia mantap ga akan menghadiri pernikahan aku kalo ayah kandung aku jadi wali nikahku. Sampai aku harus mendatangi ayah kandungku di Jakarta, memberikan surat kuasa untuk mewakilkan hak walinya kepada adik laki-lakinya. Ada perasaan sedih saat aku tiba dirumahnya. Keadaannya benar-benar berbanding terbalik dengan keadaan dan keluargaku. saatitu pertama kalinya aku datang ke rumahnya. Aku punya 3 orang adik lagi. Mereka hidup pas-pasan tapi kelihatan bahagia. Aku sempat berpikir, kalau dulu mamah ku ga pisah sama dia, bakal kaya gimana kehidupan aku? Tapi aku diingatkan, aku bisa sampai seperti sekarang ini mungkin juga adalah karena do’anya. Aku harap mereka hidup baik dan bahagia selalu. Kadang aku juga heran kenapa Mamahku masih belum bisa memaafkan dia. Tapi di satu sisi aku juga punya ayah lain yang sangat posesif terhadap orang-orang yang disayanginya. Yang ga rela aku diakui sebagai anak orang lain (Anak ayah kandungku). Memang dia yang membesarkan aku, membiayai aku sampai aku bisa kuliah dan bisa seperti sekarang ini. Dialah yang aku kenali sebagai ayahku selama ini. Keputusan untuk meminta ayah kandungku mewakilkan menyerahkan hak walinya terhadap aku adalah yang terbaik untuk saat ini. meskipun ada perasaan bersalah saat melihat raut mukanya, tapi ini demi kebaikan semua.

Seperti yang aku bilang, persiapan nikah ini bahkan tidak sampai sebulan dan kita hanya punya 3x hari sabtu dan minggu untuk mempersiapkan semuanya. Dari mulai ngurus surat-surat ke KUA sampai pesiapan resepsi. Bahkan undangan baru dibuat dua minggu sebelum hari resepsi. Dan itu membutuhkan waktu satu minggu sampai beres. Saat undangannya jadi pun, masih ada yang salah-salah, sampai harus bikin lagi yang baru, dan itupun masih ada yang salah juga. Niat kita ga akan ngundang terlalu banyak orang. Eh, ternyata undangannya malah kurang dan banyak yang kelewat. fiuhhh…

Ada kejadian yang pasti aku ingat terus pada H-1 hari akad aku. Hari selasa aku masih masuk kerja seprti biasa. Bernia pulanglebih cepat, tapi karena ada masalah serius dengan customer, akhirnya aku pulang telat juga. Aku sedih sampai rasanya pengen nangis. Bukannya Si Bos udah tau besok akumau nikah? Masih disuruh kerja aja. Beruntung aku punayorang0orang tua yang baik di tempat kerja. Yang khawatir aku pulang sendiri bawa motor. Semua mengingatkan, calon pengantin harusnya jangan kemana-mana dulu soalnya banyak pengalaman kejadian-kejadian yang tidak diharapkan terjadi ke si calon pengantin. Meskipun aku berpikir itu hanya mitos, tapi aku sangat menghargai kepedulian mereka terhadap aku. Dan dengan sangat baik mereka mau nganter aku pulang. Jadi, special thanks to Pak Tamsuri, Pak Kusmana, Pak Bambang dan Pak Sukamto yang sangat baik. Semoga Allah membalas kebaikan kalian.. Aamiin…

Setelah hari akad, suamiku langsung pulang dengan keluarganya. Tapi menghadapi hari akad, Bapa dan adik aku (Si Asep) dua-duanya sakit. Setelah sebelumnya Mamah ku yang sakit, sekarang giliran mereka. Duhh.. kenapa sakitnya harus sekaraaannggg…???

To be continued…

-Thu, 31/12/2015-

Dear You

Dear you.. My Future Husband…

I don’t know what to say here. Knowing you might be disappointed for how I really am. I don’t know if you still want to marry me or not. You said that you’re tired of me. I have changed a lot. I have become so selfish and stone headed. Now I don’t have anything good to say about myself. Maybe your father was right about me.

After all of this, are you still my future husband???

-Fri, 4/12/15- @23.39

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa harus seperti itu?

Semua orang selalu bilang, jika kita udah terlalu sayang sama seseorang, kita bakal rela ngelakuin apapun buat dia. Seperti apapun dia pernah menyakiti kita, akan selalu ada alasan untuk memaafkan. Karena kita bukan orang sempurna, kita pun pasti pernah menyakiti dia. Entah sengaja atau tidak. Loving = giving = forgiving.

Aku.. Aku cuma seorang gadis biasa. Aku bukan tipe wanita idaman. Bukan tipe calon menantu idaman. Aku sadar aku banyak kekurangan, tapi seringkali terlalu sombong dengan berharap seseorang mau menerima segala kekurangan aku tapi mengharapkan seseorang dengan sedikit saja kekurangan untuk aku terima. Ya.. Setidaknya menurutku. Pada kenyataannya jika kita sudah terlanjur mencintai, segala kekurangannya akan menjadi maklum, karena tidak ada manusia sempurna. Loving = accepting.

Ketika kita mencintai seseorang dan berniat serius sama dia, sudah menjadi lumrah kita merasa, “Apa keluargaku bakal suka sama dia? Apa dia bisa ngblend sama sama keluargaku?”. Ya tentunya karena dia akan menjadi anggota keluarga kita. Tidak hanya dengan keluarga, tapi tentunya dengan teman-teman kita juga. Loving = blending.

Family blending. Aku pernah beberapa kali deket sama cowo dan berniat serius. Dan ya, tentu saja yang mereka khawatirkan adalah apakah keluarganya menyukaiku. Baik itu karena aku bukan orang yang religius, atau karena aku tidak selevel dengan keluarganya, atau juga karena memang ga sreg dan ‘ga suka aja’.Β  Ya, aku memang bukan tipe calon menantu idaman. Aku tau aku seperti apa dan aku mengerti jika mereka tidak menyukaiku.

Orang tuaku, mereka selalu dikeluhkan cuek, jutek dan seperti ‘tidak tertarik’, dsb. Sepertinya aku mendapatkan sifat itu dari mereka juga. Aku tau itu ga baik. Mereka ga seperti orangtua lain. Aku ga akan membela mereka dan juga membela diriku karena seperti itu. Aku tau sifat orangtuaku dan aku sendiri ga selalu setuju dengan mereka, tapi aku tetap menyayangi mereka. Meskipun kelak jika aku sudah menikah, suami dan mertuaku adalah yang utama, aku tetap tidak akan menomersekiankan mereka. Ya, intinya orangtuaku bukan tipe calon mertua idaman.

Aku ga lupa alasan Minke ninggalin aku dulu. Aku mengerti dan aku menerima keputusannya. Meskipun tidak mudah. Bagaimanapun, ketika seseorang memutuskan meninggalkanmu disaat kamu sudah merencanakan hal-hal bersamanya itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan dan mudah diterima. Meskipun kamu mengerti alasannya. Ketika dia kembali dan mengatakan “Kalo kamu sayang aku dan mau memperjuangkannya, aku akan bantu.” Jujur saja entah bagaimana, kalimat itu terdengar salah, meskipun mungkin maksudnya benar. Lalu kamu mengatakan semua keputusan ada ditangan aku. Semuanya sesederhana itu.

Lalu jika aku mengatakan “Ya, ok. Aku sayang kamu. Aku akan berusaha ngedeketin orangtua kamu supaya mereka mau menyukaiku dan menerima aku.” Apa kamu berpikir bahwa orangtuaku akan menerimanya begitu saja? Pastinya yang kita harapkan jawaban mereka adalah “Iya silahkan, kalo menurut kamu itu baik. Orangtua ikut mendoakan saja.” Tentunya, jawaban ideal orangtua yang bijaksana. Tapi gimana kalo yang aku dapatkan adalah “Dimana harga diri kamu?”. Kamu selalu bicara tentang bagaimana sekarang aku mendekati orangtua kamu. Lalu bagaimana sekarang aku membujuk orangtua aku?

Tidak ingatkah, kamu yang memutuskan ninggalin aku dan bilang bahwa perasaan kamu sama aku udah hilang?Β  Sebagai perempuan aku ga mau mendengar kata-kata itu untuk ketiga kalinya dari orang yang sama.Β  Apa salah kalo sekarang aku ragu? Kalo kamu pun masih sayang sama aku, apa yang akan kamu lakukan supaya aku ga ragu lagi? Karena yang kamu bilang selalu tentang kamu ga akan menghubungi aku lagi bila perlu. Kenapa semuanya hanya selalu tentang “apa-apa yang harus aku lakukan”? Terus gimana dengan “apa-apa yang harus kamu lakukan”?

So confusing… -_-

Ya Allah.. Beri hamba petunjuk…

-Wed, 26/08/15-

Kenapa harus curhat di status, sih?

Hayooo… siapa yang suka curhat di status? Status facebook, bbm, twitter, etc etc etc. Biasanya orang suka curhat di status tuh orang alay yang pengen diperhatiin sama orang banyak terus dikomentarin. Termasuk aku juga donk, ya? Aku juga suka curhat di status..hehe… kadang-kadang kalo lagi lebay. πŸ˜€ Mungkin karena pertanyaannya adalah “What’s in your mind?” Jawabannya jadi malah curhat deh.

Sadar ga, sih? Curhat di status tu bahaya lho. Banyak banget kasus gara-gara curhat di status sama temen jadi berantem, sama sodara jadi ribut, timbul fitnah, sakit hati, yang tadinya sahabatan jadi musuhan, perang deh… Dunia persilatan kacau balau gara-gara status.

Yang lebih aneh, ada kasus Si A, curhat sama temennya, Si B, dia bilang ” Kamu jangan cerita sama siapa-siapa ya. Ini rahasia kita”. Temennya bilang ” Sip.. Percaya deh sama aku”. Ga berapa lama kemudian Si C, temennya si B nanya, “Eh, Si A kenapa sih? Lagi ada masalah bla bla bla ya dia?”. Kata Si B “Lho, kamu tau darimana?”. Si C jawab “Ya kan dia sering curhat di statusnya”. Si B langsung gubraaakkk…

Dulu aku aktif di facebook, sampe lama kelamaan aku muak karena isinya orang curhat semua. Kalian pengen seluruh dunia tau masalah kalian gitu maksudnya? Jujur aku akuin aku juga pernah alay dan sering curhat di facebook. Hingga akhirnya aku sadar “Oh.. ini sungguh memalukan!”. Haaa.. Terima kasih Ya Allah akhirnya aku insyaf.. haha.. :-D. Nah.. sekarang curhatnya jadi pindah ke blog.. Jiaaahhh… Tapi setidaknya ini lebih baik karena ga banyak orang baca dan komen. Hihi…

Ya.. Intinya sih, mau curhat dimana pun bebas-bebas aja sih. Tapi klo isinya bikin perang, mending disimpen masing-masing deh. Ngeri akibatnya… Pengalaman temen deket sendiri nih. Mungkin orang ngerasa nyaman ngeluarin semua unek-uneknya di status fb atw bbm. Terus dibaca sama sodaranya atau temennya yang lain, terus disebarin. Kan jadi repot akhirnya. Ada yang ga ikutan malah jadi kebawa-bawa. Ribet deh pokoknya…

So… Pergunakan ruang status itu buat sesuatu yang berguna, lebih bermanfaat. Share sesuatu yang penting. Jangan malah curhat ga penting. #iniceritanyalagimapatahandirisendiri

-Thu, 25/06/15-

Escape with Minke

In one fine day, for when my feeling was not fine at all, there was a fine story. I remember that was Friday and I was facing “something” about my job. I must say that I am kind of a person who easy to freak out. Even for something that actually I don’t have to feel like that. On that day I was stress, I wanted to cry, which is I think that is not necessaryΒ  πŸ˜€

I said to my mom that I didn’t want to go to work, but i will have a meeting with my boss. Also I f I stay at home, I would feel more depressed. So I just went to work without my Vio, I used public transportation.

On my journey to office suddenly Minke informed me that he missed the bus and couldn’t go to work and didn’t willing to go with his motorcycle cos it was too far. Ya at that time he was always complaining about his new office and didn’t seem so excited when talking about that. So, didn’t need long time when we finally decided to escape πŸ˜€

So then, there we were, on a bus heading to Bandung with me wearing my working uniform. Minke gave me his coats to cover my uniform, even it was too big in me. hehe… :-P. I said to my boss that I was sick, and so was he.. Ya we lied. But not really lied actually, cos he had stomachache and I had a stress feeling. So ya, we really sick.. πŸ˜€

We arrived still early morning that the mall was not opened yet. I said “Hunn.. we need to change clothes. I can’t hangout with this uniform.” So, we went to a shop and bought some clothes there.

I remember we watched Interstellar movie that time. This movie is about the future life, when the earth is dying, a man sent to the outer space with a mission to find new planet that could be liveable by human as a substitute of the earth. He had to leave his children in the time that can’t be predicted. What so interesting is when he entered a space with different time dimension. He lost many years of earth time, and when he came back, her daughter had become an old women while he is still as young as when he left to earth. Lessons : We have to cherish every moment we have with our loved ones, because time is like running, and can leave us anytime. What an interesting movie.

But, the most interesting is the time I spent with Minke during our escape from the stressful feelings. We Hangout, watched movie, we had fun, until we went home at the usual time when we got back from office. I was so happy that I had him beside me. Thank you, Hunn… πŸ™‚

-Fri, 05/06/15-

Kenapa Cowok Takut sama Cewek Pinter?

Aku berencana melanjutkan kuliah S2. berharap bisa mulai tahun ini, supaya 2 tahun kemudian lulus aku belum terlalu tua. Usia 31 udah lulus S2 dan resign kerja di pabrik trs nyari kerja ngajar di kampus gitu kan sesuatu banget. Mungkin saat itu aku udah punya bayi kecil. Haaa.. I hope :-P. Hanya saja masih terkendala jadwal yang ternyata jadwal kuliahnya hari Jumat – Sabtu full kuliah face to face. Menurut pihak kampus, itu sudah jadi peraturan DIKTI, tidak boleh ada kuliah hari minggu. Untuk S1 kelas karyawan pun hanya lewat e-learning atau memang jika diperlukan untuk masuk hari Minggu aja. Ada yang nyaranin aku kuliah di Jakarta, tapi aku ga mau. Kejauhan dan ga minat aja. Saat ini lagi mikirin ngambil jadwal Jumat kelas malem.

Satu hari aku ngobrol dengan seorang temen, temen se-geng waktu kuliah dulu. Kebetulah dia S2 di UPI, tapi masih pending tesis karena kendala biaya. Aku bicara sama dia tentang rencana aku kuliah lagi,

Kira-kira begini isi percakapan kita :

(Nama temen aku Mega, tapi kita suka panggil dia Ege. Dan temen-temen suka manggil aku Zie)

Aku : Ge, S2 kamu udah beres belum?

Ege : Belum Zie, masih pending Tesis, waktu itu perlu duit 10jt. Mending aku kerja dulu sambil nabung.

Aku : Wah… Mau bikin tesis aja modalnya gede banget sih?

Ege : Lo kira apa-apa ga pake duit? Terus ga tau juga nanti udah lulus ijazahnya mau diapain. Tapi aku pasti beresin, itu janji aku ke mamah aku.

Aku : Iya sih. Eh Ge, aku juga pengen kuliah lagi eung. Menurut kamu gimana?

Ege : Ya sok aja. Emang dikerjaan kamu penting S2?

Aku : Ngga juga sih. tapi aku sih berharap nanti bisa ngajar aja, jadi dosen, ga kerja di pabrik terus.

Ege : Kalo menurut aku sih, mending kamu buka usaha sampingan aja. Karena COWOK SEKARANG TUH TAKUT SAMA CEWEK PINTER & COWOK SEKARANG TUH PADA MATRE. Mending kamu tingkatin taraf hidup aja, buka usaha. Kerasa banget jaman sekarang apa-apa pada mahal. Apalagi udah punya anak. S2 mah gampang, S3 juga gampang, yang susah tuh nyari duit.

Berpikir.. Dia juga sih Si Ege πŸ˜€

Aku : Aku pengen pinter Ge, pengen belajar. Dan aku emang arahnya nanti pengen ngajar.

Ege : Iya silahkan mau kuliah mah, itu kan cuma pendapat aku aja. Aku udah ngalamin. Jadi aku harap kamu dengerin. Mending kamu nikah dulu deh. Kalo udah S2 makin susah nyari suami. Cowonya nanti minder.

Aku : Ya ga perlu bilang-bilang aku S2 kalo gitu.

Ege : Kan lama-lama juga ntar dia tau. Semakin kita pinter, kita ga butuh cowo. itu aku alamin.

Aku : Jiahhh.. Aku sih tetep butuh lah. Emang mau kaya gini terus?

Ege : Saran aku mending kamu buka usaha aja. Kalo kamu banyak duit ntar cowo pada ngantri. Semua cowo sekarang ga mau repot. mesti nyari duit masing-masing. Kalo minta suami terus ntar lo sakit hati. Kita harus jadi wanita mandiri. Tapi tetep inget kodrat.

Aku : Iya ge, soal itu aku setuju banget.

Ege : Makanya aku nyaranin kamu buka usaha. Cowo bakal dateng kalo kamu udah keliatan sukses. Kalo ga, kamu harus kamu harus dandan yang cantik, banyak perawatan, sering ke salon. kamu liat tuh cewe yang hobi nyalon cepet nikahnya. Kamu dandan yang cantik, yang anggun.

Aku : Haha… kamu ngomong berdasarkan pengalaman pribadi bgt Ge?

Ege : Ya emang itu kenyataannya. Kelemahan pria ada dimatanya, kelemahan wanita di telinga.

Aku : Hah?

Ege : Kamu liat aja, cowo ga tahan liat yang bening-bening. dan rasain sendiri deh, cewe tuh gampang luluh dengan janji laki-laki. Kaya temen-temen kita kan, yang suka dandan cepet nikahnya.

Aku : iya πŸ˜€

Ege : Dan jangan lupa banyak berdoa semoga cepet diberikan jodoh.

Aku : Iya pastinya.

Ege : Ntar kalo udah ada cowo yang kerja, sosor aja. Jangan milih-milih. Yang penting dia bertanggung jawab.

Aku : haha.. Gila aja, emang gue cewe apaan maen sosor cowo. Katanya mesti anggun.

Ege : πŸ˜€

Haa.. Ege… Kalo cowo maunya sama cewe cantik atau kaya, apa kabar dengan cinta? Aku yakin dia bakal bilang “Emang lo nikah mau makan cinta?”.. haha.. I know her :-D. Buktinya yang ga kaya atau cantik aja ada jodohnya yang baik. Kan Allah nyiptain mahluknya berpasang-pasangan, Ge. Tapi aku ngerti sih πŸ™‚

Ya terlepas dari semua itu, Aku ini ga pinter. Aku pengen kuliah lagi, aku pengen belajar lagi. Emang sih, belajar lagi ga harus dengan kuliah lagi. Sebagian temen aku ngedukung, sebagian lagi ngga. Biasalah pro dan kontra pasti selalu ada. Yang ngga ngedukung selalu karena khawatr aku belum nikah, nanti lebih susah nyari jodoh :-D. Orang tua aku sendiri mempersilahkan. Bisa S2 itu tetep cita-cita aku. Kalo ada kesempatan Insya Allah aku mau jalanin. Ya semoga itu tidak menghalangi aku untuk dapat jodoh. Syukur-syukur kalo suami aku nanti mendukung juga. Aamiin…:-)

-Wed, 27/05/15-

When You Hold My Hand

holdinghands

My dearest…
Do you know, when you hold my hand, I was crying that I needed to turn away my face from you. I didn’t want you to see my face. I never though that you would hold my hand again, after so long.Β No one ever hold me like you do. I was hoping that you will never let it go again and keep holding my hand until we grow old together. But I understand, maybe we can’t.

I barely couldn’t look at you when you’re staring at me. And then you smile. You said I was so pretty that you made me blushing. I wish I could hear that every time from you. I didn’t know what was on your mind during your silence. What were you thinking? I wish I could hear you.

Do you know, my heart was sliced into pieces that I wanted to hug you when I saw you in pain. I don’t know why that really hurts me.

I missed you so much that I didn’t want that day ended. Now it’s been a week, but seems like yesterday. Why does the time move so fast? I still miss that moments… 😦

Oh Hunn… Now you start again…

-Fri, 22/02/15-